NASA Siap Tembus Tata Surya dengan Voyager 2

Jakarta – Pesawat antariksa milik NASA, yaitu Voyager 2, sedang menapaki langkahnya untuk keluar dari Tata Surya. Kini, ia diketahui telah mendeteksi peningkatan sinar kosmik yang memang berasal luar sistem bintang tempat Bumi berada.

Sejak Agustus lalu, Cosmic Ray Subsystem, instrumen pada Voyager 2 telah mengukur peningkatan sekitar 5% dari intensitas sinar kosmik yang memapar pesawat antariksa tersebut dibanding pada awal bulan yang sama. Selain itu, instrumen lainnya, Low-Energy Charged Particle, juga mendeteksi hal yang sama.


Sinar kosmik adalah partikel yang bergerak cepat. Ia berasal dari luar sistem Tata Surya, sebagaimana tercantum dalam situs resmi NASA.

Beberapa sinar kosmik tidak bisa masuk karena diblok oleh heliosphere. Maka dari itu, dalam misi ini Voyager 2 diharapkan dapat mengukur peningkatan dari intensitas sinar kosmik yang menghampiri dan melewati heliosphere.

Diluncurkan pada 1977 silam, Voyager 2 sekarang sudah berada sejauh 17,7 miliar kilometer dari Bumi. Sebagai perbandingan, angka tersebut lebih dari 118 kali jarak antara Matahari dengan Planet Biru ini.

Ilustrasi dari pesawat antariksa Voyager 2 milik NASA.Ilustrasi dari pesawat antariksa Voyager 2 milik NASA. Foto: NASA
Posisi Voyager 2 dibandingkan dengan pendahulunya bernama Voyager 1.Posisi Voyager 2 dibandingkan dengan pendahulunya bernama Voyager 1. Foto: NASA

Sejak 2007 lalu, penjelajah ini sudah melewati lapisan paling luar dari heliosphere. Itu adalah kawasan yang mengelilingi Matahari dan planet lain. Heliosphere didominasi oleh medan magnet.

Karenanya, para peneliti pun sudah mengawasi Voyager 2 untuk bisa menjangkau lapisan heliopause yang membatasi antara heliosphere dengan kawasan di luar Tata Surya. Begitu sudah keluar dari heliosphere, maka ia akan menjadi objek buatan manusia kedua yang bisa melakukannya. Sebelumnya, Voyager 1 jadi yang pertama menuntaskannya.

Pada Mei 2012 lalu, Voyager 1 juga sudah merasakan peningkatan intensitas paparan sinar kosmik yang mirip dengan Voyager 2 sekarang alami. Tiga bulan setelahnya, Voyager 2 sudah bisa melewati heliopause dan keluar dari Tata Surya.

Walau begitu, tim peneliti mengatakan jika peningkatan paparan sinar kosmik tidak benar-benar menjadi tanda jika pesawat antariksa bersangkutan akan menembus heliopause. Hal tersebut lantaran Voyager 2 memiliki lokasi yang berbeda ketimbang Voyager 1 saat itu. Hal ini bisa berakibat pada perbedaan waktu yang dibutuhkan Voyager 2 untuk keluar Tata Surya.

(mon/krs)